BIODATA PENULIS
Nama : Hendi Murtadoilah
TTL : Tasikmalaya, 19 Juli 1991
Asal Sekolah : MA Al-Amin
BAB I
Pendahuluan
A.
Latar Belakang
Islam
adalah agama yang di ridlai oleh Allah yang mana agama islam adalah agama yang
tinggi dan tak ada yang melebihi tingginya agama Islam. Disamping itu agama
Islam memiliki sejarah yang kerap kali menjadi bahan perbincangan bahkan
menjadi panutan. Seperti halnya sejarah Islam yang banyak di teliti oleh para
ahli bukan hanya dari kaum Muslim saja tetapi banyak juga dari non Muslim yang
melakukan penelitian.
Untuk
memahami agama Islam secara utuhpun sangat perlu memahami aspek Sejarah Islam
guna menghindari kepada faham dan sikap yang sempit, dan juga untuk menentukan
peradaban yang lebih baik di masa yang akan datang.
Dari
sejarah ini ada yang di sebut sejarah
Peradaban Islam yang mana Sejarah
peradaban islam diartikan sebagai perekembangan atau kemajuan kebudayaan islam
dalam perspektif sejarahnya, Tidak sedikit para peneliti non Muslim yang
meneliti sejarah peradaban Islam kini menjadi Muslim karena kekagumannya kepada
sejarah Peradaban Islam. Oleh karena alangkah pentingnya mempelajari Sejarah
Peradaban Islam selain menambah wawasan kita juga dapat mengetahui asal usul
Islam secara mendalam.
Untuk
menambah sedikit pengetahuan tentang sejarah Peradaban Islam kami disini
mencoba menguraikan beberapa hal yang tentunya berkaitan dengan sejarah
Peradaban Islam.
B.
Rumusan Masalah
a. Apa Pengertian dari Sejarah Peradaban
Islam ?
b. Mengapa Sejarah Peradaban Islam Sebagai
Ilmu Pengetahuan ?
c. Bagaimana Dasar-Dasar Peradaban Islam ?
d. Bagaimana Periodesasi Perkembangan
Peradaban Islam ?
C.
Tujuan Masalah
a. Untuk Mengetahui Arti Dari Sejarah
Peradan Islam .
b. Untuk mengetahui kenapa sejarah
peradaban Islam sebagai Ilmu pengetahuan .
c. Untuk mengetahui dasar-dasar Peradaban
Islam .
d. Untuk mengetahui periodisasi
perkembangan peradaban Islam .
BAB II
PEMBAHASAN
A.Pengertian
Sejarah Peradaban Islam
Sebelum mengarah pada pengertian
Sejarah Peradaban Islam, pengertian Sejarah yang dalam bahasa arab disebut Tarikh atau history dalam bahasa Inggris, adalah cabang ilmu pengetahuan yang
berkenaan dengan kronologi berbagai pristiwa. Dan pengertian yang serupapun
dilontarkan oleh Abd. Ar-Rahman As-Sakhawi bahwa sejarah adalah seni yang yang
berkaitan dengan serangkaian anekdot yang berbentuk pristiwa. Dan menurut Nisar
Ahmad Faruqi menjelaskan bahwa sejarah terdiri atas man+time+place = history.[1]
Setelah
mengetahui pengertian sejarah secara umum kita menyempit pada pengetian Sejarah peradaban islam, Sejarah
Peradaban Islam diartikan sebagai perekembangan atau kemajuan kebudayaan islam
dalam perspektif sejarahnya. Namun ada pengertian pengertian lain mengenai
Sejarah Peradaban Islam yaitu kemajuan dan tingkat kecerdasan akal yang di hasilkan dalam
satu periode kekuasaan islam mulai dari periode nabi Muhammad Saw sampai
perkembangan kekuasaan islam sekarang, masih adalagi pengertian mengenai
Sejarah Peradaban Islam yaitu hasil hasil yang dicapai oleh ummat islam dalam
lapangan kesustraan, ilmu pengetahuan dan kesenian. Dari pengertian-pengertian diatas kita dapat
simpulkan bahwa Sejarah Peradaban Islam adalah hasil-hasil atau kejadian
pristiwa yang terjadi di masa silam yang hasilnya kini dapat kit ani’mati yang
patut kita syukuri.
B. Sejarah Peradaban Islam Sebagai
Ilmu Pengetahuan
` Sejarah
Peradaban Islam erat kaitanya dengan Sejarah Kebudayaan Islam namun terdapat
perbedaan antara keduanya, perbedaan antara keduanya yaitu Kebudayaan adalah
bentuk ungkapan tentang semangat mendalam suatu masyarakat. Sednagkan
manifestasi-manifestasinya adalah bentuk mekanik teknologis lebih berkaitan
dengan Peradaban. Kalau Kebudayaan lebih di refleksikan dalam seni, sastra, dan
moral maka Peradaban di refleksikan pada politik, ekonomi, dan teknologi.
Kenapa
Sejarah Peradaban Islam menjadi sebuah Ilmu pengetahuan? Pertanyaan ini dapat
kita jawab dengan meruju’ pada lontaran pendapat dari H.A.R Gibb didalam
bukunya Whiter Islam menyatakan , “
Islam is indeed much more than a system of tecnologi, its is a complete civilization”
(Islam sesungguhnya lebih dari sekedar agama, ia adalah suatu peradaban yang
sempurna).Karena yang menjadi sebab timbulnya sebuah kebudayaan adalah Agama
Islam, Kebudayaan yang ditimbulkannya adalah Kebudayaan atau Peradaban Islam.
Setelah
mengamati lontaran pendapat tersebut kita kaitkan pada Sejarah Peradaban Islam
sebagai Ilmu Pengetahuan, Agama Islam adalah pokok kekuatan timbulnya
kebudayaan dan kebudayaan yang di maksud tersebut adalah Peradaban Islam dan
Kebudayaan Islam, dan yang terdapat dalam keduanya diantaranya sastra, seni,
moral, ekonomi, politik, dan teknologi, namun masih banyak lagi. Semua hal yan
terdapat pada keduanya adalah ilmu Pengetahuan yang banyak di pelajari oleh
umat manusia sekarang ini, dari situlah kenapa Sejarah Peradaban Islam Sebagai
Ilmu Pengatahuan.
Semua
ilmu itu baik Sejarah Peradaban Islam maupun Sejarah Kebudayaan Islam dapat di
pelajari dalam Al-Qur’an karena semua Ilmu terdapat di dalamnya, sudah
banyak terbukti di kalangan akademisi, baik itu terkait dengan penemuan di masa
lalu maupun yang berhubungan dengan konsep pengetahuan modern. Hal tersebut
menjadi sebuah bukti tentang konsep Islam sebagai ajaran yang bersumber dari
Tuhan secara langsung dan bukan melalui proses rekayasa.
Al Qur’an
adalah sumber dan penggerak terhadap perkembangan sejarah Islam sebagai ilmu
pengetahuan. Ayat-ayat Al Qur’an berisi misteri
yang banyak diakui kebenarannya oleh para ilmuwan, baik yang berasal dari
ilmuwan Islam maupun ilmuwan di luar Islam.Selain itu, dalam Al Qur’an pula
Allah banyak menyitir ayat yang berisi anjuran serta perintah pada umat Islam
untuk selalu belajar dan mencari ilmu pengetahuan. Hal itu karena ilmu pengetahuan
adalah sumber kejayaan dan kemuliaan sebuah umat. Tanpa memiliki ilmu
pengetahuan, maka sebuah umat akan hidup dalam sebuah masa yang dipenuhi
kegelapan tanpa ada perkembangan dalam kehidupannya.Bahkan banyak sejarawan
barat yang mengakui tentang sejarah peradaban Islam sebagai ilmu pengetahuan.
Bukan hanya di bidang agama saja, namun Islam juga mampu memberikan warna di
beberapa cabang ilmu lain seperti kdokteran, kimia, fisika, matematika,
filsafat,bologi, astronomi dan disiplin ilmu lainnya.Pengakuan ini salah
satunya dikemukakan oleh Dr. Zagred melalui bukunya “Matahari Arab Terbit di Barat, Pengaruh
Peradaban Arab Atas Eropa”. Dalam buku tersebut, Zagreb tegas menyebutkan,
bahwa perkembangan ilmu
pengetahuan modern yang ada saat ini semua bermuara dari Islam dan Al Qur’an.
Dari hal tersebut kamipun mencari pembenarannya
dan ternyata ada Beberapa bukti yang menunjukkan peran Islam dalam
perkembangan ilmu pengetahuan dunia di antaranya adalah :
1. Masaru Emoto dari Universitas Yokohama, menemukan bukti bahwa
air memiliki kehidupan
dan bisa merespon atas rangsangan yang diberikan padanya. Hal ini merupakan
bukti dari ayat Al Qur’an, Al Anbiya:30. “Dan Kami ciptakan dari air segala
sesuatu yang hidup.”
2. Doktor di Amerika ( Dr. Fidelma), memeluk Islam karena
mendapatkan penemuan mengagumkan pada penelitiannya. Fidelmina meneliti dampak
orang yang melakukan shalat dan ditemukan fungsi gerakan shalat
yang sangat dahsyat. Khususnya, ketika seseorang melakukan sujud, maka pada
saat itulah ada bagian dalam otak manusia yang tidak terjangkau oleh aliran
darah bisa mendapatkan asupan darah. Sebagai dokter neurologi, Fidelmina mengakui bahwa dengan adanya
peredaran darah di bagian tersebut, bisa mencegah kemungkinan terjadinya stroke serta
mampu meningkatkan kecerdasan orang yang kerap melakukan sujud.
3. Ignaro dan Murat menemukan bukti bahwa
dengan melakukan shalat subuh, seseorang akan mendapatkan keuntungan.
Yakni memberikan pengaruh baik pada pencegahan gangguan kardiovaskular. Selain
itu, pada saat subuh, tubuh memproduksi zat NitriOksida yang berfungsi untuk
mencegah pembekuan darah. Ternyata itu hanya bisa didapatkan ketika manusia
melakukan aktivitas pada saat subuh. Umat Islam sudah diperintahkan untuk
selalu bangun pada waktu tersebut dan mengerjakan shalat subuh sebagai
aktivitas pertama dan dianjurkan untuk mengerjakan berjamaah dengan harapan meningkatkan beban
aktivitas agar zat NO tersebut makin banyak diproduksi tubuh.
C. Dasar-Dasar Peradaban Islam
Analisis Historis Dan Konstektual Dalam Kajian
Literatur Islam Klasik Adalah kesepakatan keimanan seluruh kaum muslimin bahwa
Islam yang dibawa oleh Nabi Muhammad saw adalah agama yang dihadirkan untuk
menjadi petunjuk hidup bagi seluruh umat manusia. Pandangan ini didasarkan pada
teks al Qur-an : Dan Kami tidak mengutus kamu (Muhammad) melainkan kepada
seluruh umat manusia sebagai pembawa berita gembir Dan sebagai pemberi
peringatan tetapi kebanyakan manusia tidakmengetahui”. Dalam teks lain
dikemukakan bahwa visi atau tujuan akhir yang dibawa oleh agama ini adalah
kerahmatan (kasih sayang). Dan ini bukan hanya bagi manusia tetapi juga
bagi alam semesta. Ia adalah agama yang merahmati alam semesta.(Q.S. al
Anbiya,21: 107). Berdasarkan teks al Qur-an tersebut, maka seluruh manusia
merupakan ciptaan Tuhan Dan semuanya meski memiliki latarbelakang kultural,
etnis, warna kulit, kebangsaan, Dan jenis kelaim, menempati posisi yang sama di
hadapan-Nya.
Hal ini
dinyatakan secara eksplisit Dalam al Qur-an :;Wahai manusia, Kami ciptakan kamu
sekalian terdiri dari laki-laki Dan perempuan Dan Kami jadikan kamu
berbangsa-bangsa Dan bersuku-suku agar saling mengenal. Sesungguhnya yang
paling unggul di antara kamu adalah yang paling bertaqwa (kepada Allah;.(Q.S.
Al Hujurat, 13). Ini sungguh merupakan pernyataan paling tegas mengenal
universalitas Islam Totalitas Islam pada sisi lain muncul Dalam konsep “Trilogi
Islam”. Trilogi ini merupakan ajaran yang mewadahi dimensi-dimensi manusia.
Pertama, dimensi keimanan. Dimensi ini berpusat pada keyakinan personal manusia
terhadap;Kemahaesaan Tuhan;, pada;al Nubuwwat; (kenabian dan kitab-kitab suci)
Dan;al Ghaibiyyat” (metafisika). Dimensi ini biasanya juga dikenal dengan
istilah “aqidah”.
Kedua adalah
dimensi aktualisasi keyakinan tersebut yang bersifat eksoterik (hal-hal yang
dapat dilihat, yang lahiriyah). Dimensi ini berisi aturan-aturan bertingkahlaku
baik tingkah laku personal dengan Tuhannya, tingkah laku interpersonal yakni
antar suami-isteri Dan bertingkahlaku antar personal. Dimensi ini biasanya disebut
“syari’ah”. Ketiga aturan ini kemudian dirumuskan oleh para ulama Islam sebagai
: aturan ibadah, aturan hukum keluarga (al ahwal al syakhshiyyah), Dan aturan
mu’amalat atau pergaulan antar manusia Dalam ruang publik dengan segala
persoalannya.
Dimensi ketiga adalah aturan-aturan yang
mengarahkan gerak hati (dimensi esoterik) yang diharapkan akan teraktualisasi
Dalam sikap- sikap moral luhur atau al Akhlaq al Karimah. Ini biasanya
disebut juga dimensi “tasawuf/akhlaq”.Seluruh dimensi ajaran Islam tersebut
diambil dari sumber-sumber otoritatif Islam yakni al Qur-an Dan Hadits Nabi.
Kedua sumber utama Islam ini mengandung prinsip-prinsip, dasar-dasar normatif,
hikmah-hikmah Dan petunjuk-petunjuk yang diperlukan bagi hidup Dan kehidupan
manusia. Al Qur-an menyatakan : “Kami tidak melupakan sesuatupun di Dalam al
Kitab”. Q.S.Al An’am,6:38). Dari sini para ulama kemudian mengeksplorasi Dan
mengembangkan kandungannya untuk menjawab kebutuhan manusia Dalam ruang Dan
waktu yang berbeda-beda Dan berubah-ubah.
Ekplorasi Dan
pengembangan tersebut dilakukan melalui alat Analisis yang bernama Ijtihad,
Istinbat dan lainya yang terdapat
dalam ilmu Ushul fiqih. Alat-alat Analisis inilah yang kemudian
melahirkan khazanah intelektual Islam yang maha kaya Dalam beragam disiplin
ilmu pengetahuan Dan teknologi. Inilah
yang kemudian menciptakan peradaban Islam yang gemilang. Aktifitas
intelektual kaum muslim paling produktif Dalam sejarah Islam lahir pada tiga
abad pertama Islam.Menelusuri aktifitas intelektual kaum muslimin pada tiga
abad pertama Islam kita menemukan bahwa para sarjana Klasik Islam Klasik
ternyata tidak melakukan dikotomisasi antara ilmu pengetahuan Agama Dan
pengetahuan umum (sekuler). Mereka meyakini bahwa beragam jenis ilmu
pengetahuan adalah ilmu Allah yang mahakaya. Bahkan pergulatan intelektual
mereka dilakukan dengan mengadopsi secara selektif produk-produk ilmu
pengetahuan Helenistik Dan Persia terutama Dalam bidang filsafat Dan fisika.
Aspek Hukum
Islam Pada tataranpengetahuan keagamaan, bidang paling hidup Dan produktif
adalah bidang hukum. Ini memang wajar karena tingkahlaku manusia senantiasa
bergerak dalam ruang dan waktu yang semakin meluas Dan
cepat disamping ini paling mudah dipahami banyak orang. Maka sampai abad ke IV
H, peradaban Islam telah menghasilan ratusan para ahli hukum Islam terkemuka
(mujtahidin) selain empat Imam mujtahid; Abu Hanifah, Malik bin Anas, Muhammad
bin Idris al Syafi’i Dan Ahmad bin Hanbal. Mereka bekerja keras untuk
mengeksploitasi Dan mengembangkan hukum Islam bagi keperluan masyarakat yang
senantiasa berkembang. Masing-masing dengan metodanya Dan kecenderungannya
sendiri-sendiri.
Produk-produk
hukum mereka yang dikemudian hari dikenal dengan sebutan “fiqih”, senantiasa memiliki relevansi
dengan konteks sosio-kulturalnya masing-masing. Jika kita harus memetakan pola
fiqih ke empat mazhab paling
terkenal di atas, maka dapat kita kemukakan : Mazhab Hanafi adalah mazhab ahl
al Ra’y (rasionalis), mazhab Maliki; mazhab “muhafizhin” (menjaga tradisi),
Syafi’i mazhab al Tawassuth, Dan Hanbali ; mazhab “mutasyaddidin”. Pembagian
pola atau katagorisasi ini tentu saja tidak bersifat absolut, melainkan sebagai
kecenderungan utama atau umum.
Satu hal yang
sangat menarik adalah bahwa mereka Dan para pengikutnya yang awal senantiasa
saling menghargai pendapat lainnya. Satu pernyataan yang sering dikemukakan
mereka adalah “Ra’yuna Shawab Yahtamil al Khatha’ wa Ra’yu Ghairina Khatha
Yahtamil al Shawab” (pendapat kami benar tetapi boleh jadi keliru, Dan pendapat
selain kami keliru tetapi mungkin saja benar).Sikap menghargai pandangan orang
lain yang berbeda ditunjukkan oleh Imam Malik bin Anas melalui penolakannya
terhadap Khalifah dinasti Abbasiyah, Abu Ja;far al Manshur yang menghendaki
kitab;Al Muwattha; sebagai rujukan hukum bagi seluruh masyarakat muslim. Kepada
Khalifah beliau mengatakan :;anda tahu bahwa di berbagai wilayah negeri ini
telah berkembang berbagai tradisi hukum sesuai dengan kemaslahatan setempat.
D. Periodisasi Perdaban Islam
Banyak pendapat-pendpat tentang perumusan masalah
Periodisasi Peradaban Islam ada yang berpendapat bahwa mulainya peradaban Islam
sejak pertama kali peristiwa lahirnya Nabi Muhammad SAW. Dan ada juga yang
berpendapat bahwa mulainya Sejarah Peradaban Islam itu sejak peristiwahijrahnya
nabi Muhammad ke Madinah karena disanalah umat Muslim mulai berdaulat dan Nabi
Muhammad disana tidak hanya sebagai rosul bahkan beliaupun menjadi pimpinan
atau kepala Negara berdasarkan konstitusi yang di sebut Piagam Madinah.
Sejak awal, Rasulullah SAW tidak pernah mengajar
sistem feodal atau monarki. Maka, pemilihan khalifah (pada masa khulafaur
rasyidin) dilakukan dengan tiga model pemilihan: aklamasi; penunjukan; atau
(ketiga) melalui tim formatur (dewan syura).Sementara di bidang ekonomi, Nabi
SAW mewariskan prinsip: mengakui hak individu berikut penggunaannya;
kepemilikan pribadi itu harus dipertanggungjawabkan kepada Allah SWT; dan
(prinsip ketiga) harta tersebut harus disalurkan kepada fakir miskin atau yang
lebih membutuhkan. Sedang sistem sosial Islam merangkul semua lapisan
masyarakat; mempertalikan si kaya dengan si miskin, dan raja dengan rakyat.
Tidak ada kasta-kasta dalam Islam.
Islam menyajikan sistem tolong menolong antarumat
dalam lapangan politik, perekonomian,
kehidupan sosial, bahkan sistem perdamaian. Islamlah yang mencetuskan sistem
perjanjian, konsulat, suaka politik, dan dakwah. Kerja sama dan kontak ekonomi
dibolehkan dengan pihak lain, seperti Yahudi, Persia dan Romawi.
Semasa Dinasti Umayyah (Amawiyah) berkuasa (661-770M),
banyak institusi politik dibentuk, misalnya undang-undang pemerintahan, dewan
menteri, lembaga sekretariat negara, jawatan pos dan giro serta penasihat
khusus di bidang politik.
Dalam tatanan ekonomi dan keuangan juga dibentuk
jawatan ekspor dan impor, badan urusan logistik, lembaga sejenis perbankan, dan
badan pertanahan negara. Sedang dalam tatanan teknologi, dinasti ini telah
mampu menciptakan senjata-senjata perang yang canggih pada masanya, sarana
transportasi darat maupun laut, sistem pertanian maupun pengairan.
Wilayah kekuasaan Umayyah berkembang di sebelah Timur
sampai ke Oxus, bagian barat India sampai Punjab dan Lahore. Di Utara,
dikuasainya Pulau Rhodes, Cretta, sampai Konstantinopel. Sementara di Barat,
dinasti ini menguasai seluruh Afrika Utara, Aljazair, Tangiers dan Spanyol.
Sebelah timur sampai ke Oxus, bagian barat India sampai Punjab dan Lahore. Di
Utara, dikuasainya Pulau Rhodes, Cretta, sampai Konstantinopel. Sementara di
Barat, dinasti ini menguasai seluruh Afrika Utara, Aljazair, Tangiers dan
Spanyol.
Astronomi, astronom pertama Muslim Muhammad ibnu
Ibrahim Al-Farazi (777M) membuat astrolobe atau alat ukur ketinggian bintang.
Lalu ada Ali ibn Rabban Al-Tabari (850M) sebagai dokter pertama yang mengarang
buku Firdaus Al Hikmah. Tokoh kedokteran lainnya adalah Ibnu Sina, Al Razi dan
Al Farabi.
Sementara di bidang kimia, muncul Jabir ibn Hayyan
sebagai Bapak Ilmu Kimia Islam. Kimiawan Muslim lainnya ketika itu adalah Al
Razi dan Al Tuqrai (abad ke-12M). Muncul pula sejarawan seperti Ahmad al-Yakubi
dan Abu Jafar Muhammad bin Jafar bin Jarir Al-Tabari. Sedang ahli ilmu bumi
termasyhur Ibnu Khurdazabah (820-913M). Khusus di bidang hadits, dilakukan
penyempurnaan, pembukuan dan pencatatan dari hafalan para sahabat. Mulailah
dilakukan pengklasifikasian secara sistematis dan krologis, sehingga muncul apa
yang kita kenal sebagai hadits shahih, dhaif, maudhu.Bahkan dikemukakan pula
kritik sanad dan matan, sehingga terlihat jarah dan takdil rawi sebuah hadits.
Apa
yang disajikan Ajid Thohir dalam bukunya Perkembangan Peradaban di Kawasan
Dunia Islam: Melacak Akar-akar Sosial, Politik dan Budaya Umat Islam terbitan
Rajawali Pers (PT Raja Grafindo Perkasa) ini membuktikan argumentasi reformasi
Islam asal Mesir Muhammad Abduh bahwa sangat tidak benar (persangkaan Barat
selama ini) mengaitkan Islam dengan keterbelakangan, kebodohan dan kemiskinan. Justru Baratlah yang kemudian mencomot apa-apa yang
terbaik dari peradaban Islam.
Pecahnya kekhalifahan Umayyah adalah penguasa pertama
yang mengubah sistem pemerintahan Islam, dari yang bersifat demokrasi menjadi
monarki absolut. Demikian
pula Bani Abbasiyah meski
berdasarkan nilai kebersatuan, moderat, universal, dan kesamaan hubungan dalam hokum
merupakan daulat yang dibangun dengan sistem suksesi
turun temurun. Ketika terjadi konflik internal keluarga dan pada saat mereka
kehilangan kendali terhadap daulat-daulat kecil, maka pecahlah kekuasaan
kekhalifahan.
Di wilayah Barat, Andalusia, Dinasti Umayyah bangkit
lagi dengan mengangkat Abdurahman Nasr menjadi khalifah/Amir Al-Mukminin. Kekuasaan
Umayyah dihancurkan Abbasiyah, karena ketidakadilan dalam kebijakan land reform
serta konflik berkepanjangan dengan kaum Syiah. Sedang Daulat Abbasiyah
dihancurkan pasukan Tartar dari Mongolia, ketika kejayaannya juga terus merosot
dan lemah.
Selain pendapat-pendapat tersebut masih banyak
lagi yang berpendapat mengenai periodisasi Peradaban Islam, namun kami akan
menyantumkan pendapaat menurut Harun Nasution. Harun Nasution berpendapat bahwa
Periodisasi Peradaban Islam di bagi menjadi tiga Periode yaitu:
1.
Islam Periode Klasik(650-1250 M)
Islam pada periode sebagaimana analisis
dari Harun Nasution di mulai sejak pertama Islam di pimpin oleh Rosulullah lalu
kemudian kepada para sahabat yaitu Khulafa Ar-Rosyidin, pada masa Khulafa
Ar-Rosyidin ini memang menghasilkan kemajuan Islam yang baik karena mampu
menyebarluaskan ajaran Islam sampai ke pelosok Negri namun pada masa Khalifah
Utsman terdapat perpecahan umat Islam yang disebabkan oleh terbunuhnya Khalifah
Utsman dan terpilihnya Syaidina Ali sebagai pengganti Utsman. Dari sini timbul
perpecahan karena ada masing-masing pendukung yang panatik baik dari kubu Ali
maupun dari kubu Utsman yang keduanya saling bertentangan.
Setelah peranan Khulafa Ar-Rosyidin dan Akhirnya pun Syaidina Ali terbunuh
dan kekuasaan Islampun jatuh pada tangan Muawiyah pada masa inipun Islam masih
tetap jaya dan memperluas daerah kekuasaanya. Pada masa kemajuan Islam inilah
bisa juga disebut masa keemasan Islam. Kekuasaan-kekuasaan terus berlanjut dan
kepemimpinanyapun saling bergantian meski banyak pertentangan didalam masa
pergantian ini namun Islam masih tetap ada pada masa kemajuan.
2. Periode Pertengahan
(1250-1500 M)
Pada masa ini adalah masa-masanya
kemunduran Islam yang mana daerah-daerah kekuasaan Islam di rebut kembali yang
diawali oleh serangan Jengis Khan dan keturunanya. Dia mulai menaklukan
daerah-daerah kekuasaan Islam dari mulai tahun 1212. Pada masa ini sempat Islam
mengalami lagi kemajuan pada masa yang di jelaskan oleh Harun Nasution dengan
sebutan Masa Tiga Kerajaan Besar. Tiga Kerajaan ini adalah Kerajaan Utsmani di
Turki, Kerajaan Syafawi di Persia dan Kerajaan Moghal di India. Namun tak lama kemudian Islam pun mengalami
kemunduran lagi.
3. Periode Modern
Periode ini merupakan zaman kebangkitan
Islam. Ekspedisi Napoeon di Mesir yang berakhir pada tahun 1801 M. Membuka mata
dunia Islam, terutama Turki dan Mesir, akan kemunduran dan kelemahan umat Islam
dismping kemajuan dan kekuatan barat. Raja dan pemuka-pemuka Islam mulai
berfikir dan mencari jalan untuk mengembalikan balace of power, yang telah
pincang dan membahayakan Islam. Pada waktu itu, Islam sedang menaik dan barat
sedang dalam kegelapan. Sekarang sebaliknya, Islam sedang pada kegelapan dan
barat sedang menaik. Kini, Islam yang ingin belajar dari Barat. Dengna
demikian, timbulah denga apa yang disebut pemikiran dan alira pembeharuan, atau
modernisasi dalam Islam.
BAB III
Analisis Kritis
Penjelasan yang singkat di atas membuka wawasan kami akan mengertinya
sejarah peradaban Islam memang benar alangkah luasnya sejarah peradaban Islam
yang hingga saat ini pun masih di perbincangkan di kalangan elit. Sejarah
Peradaban Islam yang meliputi berbagai aspek di antaranya adalah aspek
kesenian,budaya,sastra,moral,teknilogi, politik, ekonomi, dll. Dari berbagai
aspek yang membuat kami sayangkan adalah perebutan jabatan kekuasaan yang
akhirnya menimbulkan perpecahan antara saudara seiman, apakah itu pantas ? ?
Apakah
itu pantas menjadi peradaban ? ?
Apakah
itu pantas menjadi Kebudayaan? ?
Memang
benar sudah terdapat pada pendahulu kita dan mungkin bisa kita sebut turun
temurunya perebutan kekuasaan dan apa memang benar sudah ada dari sananya
perebutan kekuasaan yang pada ujungnya terjadi pertumpahan darah antar saudara
seiman.
Apa bisa
kita menghapusnya? ?
Mari
kita renungkan.....
BAB IV
Penutup
A.
Kesimpulan
Menurut
Abd. Ar-Rahman As-Sakhawi bahwa sejarah adalah seni yang yang berkaitan dengan
serangkaian anekdot yang berbentuk pristiwa. Dan menurut Nisar Ahmad Faruqi
menjelaskan bahwa sejarah terdiri atas man+time+place
= history.
Sejarah
Peradaban Islam diartikan sebagai perekembangan atau kemajuan kebudayaan islam
dalam perspektif sejarahnya. Namun ada pengertian pengertian lain mengenai
Sejarah Peradaban Islam yaitu kemajuan dan tingkat kecerdasan akal yang di
hasilkan dalam satu periode kekuasaan islam mulai dari periode nabi Muhammad
Saw sampai perkembangan kekuasaan islam sekarang, masih adalagi pengertian
mengenai Sejarah Peradaban Islam yaitu hasil hasil yang dicapai oleh ummat
islam dalam lapangan kesustraan, ilmu pengetahuan dan kesenian.
Al
Qur’an adalah sumber dan penggerak terhadap perkembangan sejarah Islam sebagai
ilmu pengetahuan. Ayat-ayat Al Qur’an berisi misteri
yang banyak diakui kebenarannya oleh para ilmuwan, baik yang berasal dari
ilmuwan Islam maupun ilmuwan di luar Islam.Selain itu, dalam Al Qur’an pula
Allah banyak menyitir ayat yang berisi anjuran serta perintah pada umat Islam
untuk selalu belajar dan mencari ilmu pengetahuan. Hal itu karena ilmu pengetahuan
adalah sumber kejayaan dan kemuliaan sebuah umat. Tanpa memiliki ilmu
pengetahuan, maka sebuah umat akan hidup dalam sebuah masa yang dipenuhi
kegelapan tanpa ada perkembangan dalam kehidupannya.Bahkan banyak sejarawan
barat yang mengakui tentang sejarah peradaban Islam sebagai ilmu pengetahuan.
B.
Rekomendasi
Mengingat
akan terbatasnya pengetahuan yang kami punya begitu pula kurangnya rasa ingin
tahu kami, kami di sini selaku pembuat makalah mengharafkan agar rekan rekan
peserta diskusi memaklumi kekurangn kami adapun kelebihanya itu datang dari
sang Kholiq dan kurangnya itu adalah kekurangan yang timbul dari kami.
Kami
selalu berharaf agar pembuat atau pemateri yang akan datang akan menjadi lebih
baik dan lebih sempurna dari kami.
Daftar
Pustaka
Anwar
Rosihon. Pengantar Study Islam Bandung:CV Pustaka Setia,2007
Supriyadi
Dedi. Sejarah Peradaban Islam
Bandung:CV Pustaka Setia, 2008.
Syafe’i
Rahmat. Ilmu Ushul Fiqih Bandung:CV
Pustaka Setia,2007
Tidak ada komentar:
Posting Komentar